Kota Bekasi : Sampah Menjadi Energi Listrik
Inovasi baru dalam pengelolaan sampah berhasil di cetus oleh Pemkot Bekasi, yaitu mengubah gas Metan yang dimiliki oleh sampah, dibakar sehingga mampu menghasilkan energi listrik. Seperti kita ketahui bahwa di kota bekasi terdapat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Kecamatan Bantar Gebang, TPA ini merupakan muara dari seluruh sampah masyarakat kota bekasi seluas lebih kurang 10 hektar kata bapak H. Rahmat Efendi, Wakil walikota Bekasi yang memberikan pemaparan sewaktu anjangsana blogger se Indonesia di lokasi TPA tanggal 6 maret 2010 yang lalu.
Menurut Bapak wakil walikota, sampah di TPA sumur batu telah dikelola secara terpadu sehingga mampu memberikan masukan bagi kas daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya, sekitar 30 milyar lebih berhasil diperoleh dari pengelolaan sampai ini ujarnya. Merupakan suatu angka yang fantastis untuk sebuah output dari pengelolaan sampah, tidak itu saja, sejak tahun 2008, Pemkot Bekasi telah menjalin kerjasama dengan PT Gikoko Kogyo Indonesia untuk memaksimal potensi gas metan pada sampah untuk diubah menjadi enegri listrik.
Adalah suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi para blogger untuk melihat langsung proses pengolahan sampah ini di bantar gebang kemarin, sekaligus sebagai sebuah studi banding bagaimana pengelolaan sampah yang baik mampu memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat. Menurut Bapak Rahmat, pengelolaan sampah terpadu seperti ini hanya satu-satunya di Indonesia, dan dapat dijadikan percontohan bagi daerah-daerah lain. ini betul-betul pengetahuan baru bagi saya. bravo buat inovasi Pemkot Bekasi.
Menurut Bapak. H. Mochtar Muhammad, walikota Bekasi disaat menyambut tim blogger di kediamannya tadi malam, mengatakan bahwa, hasil pengolahan sampah di TPA sumur batu tersebut akan mampu mengeluarkan energi listrik sebesar 120 KW, nantinya energi listrik sebesar ini direncanakan 50 KW akan digunakan Gokiko untuk opererasionalnya, sedangkan, 70 KW untuk mengoperasikan Instalasi Pengolah Limbah Tinja (IPLT) milik Pemkot Bekasi yang berlokasi di TPA Sumur Batu. selebihnya tenaga listrik ini akan digunakan untuk lampu penerangan jalan umum (PJU) warga sekitar TPA Sumur Batu, sehingga secara tidak langsung proses pengubahan gas Metan dari sampah menjadi energi listrik ini telah mengurangi efek rumah kaca atau pemanasan global. Sungguh suatu miltifier efek yang sangat bermanfaat jika sampah di kelola dengan baik.
Salut dan sukses bagi Pemkot Bekasi, semoga hasil dari pengelolaan sampah ini semakin mampu mensejahterakan masyarakatnya, seiring dengan ulang tahun kota bekasi yang ke-13 ini, semoga image Bekasi sebagai kota bersih tetap tercipta dan terjaga.
Asrama Haji Bekasi, Jam 6:25. (7 Maret 2010)
Sumber gambar : http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090407_054725_z-sampah-agus.jpg







blogwalking, uda…
ini ferdi…
Keren pak.. kapan padang bisa seperti ini ya pak.., kalo di daerah di jawa sana sebagian besar program hijau seperti memisahkan sampah organik dan non organik udah berjalan.. Di daerah kita barangkali sekitar 2 – 5 tahun lagi ya pak..
sip…trims….sering2 aja walking-walking ke sini…:)
padang memang kalah jauh….saya gak tahu nih kapan bisa sprti itu, kok perasaan saya padang skrg makin lama makin mundur ya….